“What kind of love story we have?” 14 Novembre 09
Ditulis oleh Sovia di Wednesday Dec 2, 2009What kind of love story I have, felt, experienced? This question remain in my mind everytime. Maybe for the rest of my life.
Aq selalu menunggu kapan kisah itu datang menggetarkan hatiku. Menjadikanku apa adanya diriku, namun menyulap dunia ini seperti tempat berbeda yang lebih indah.
Aq jadi inget dulu pas di ruang kuliah, dosen psikologi sosial nanya ke aq tentang makna cinta. Lalu aq jawab: cinta itu kekuatan yang dapat mengubah musim dingin menjadi musim semi yang indah.
Bokis banget. Namanya juga novelis. Pengarang puisi. Tukang koleksi serial kenangannya Nh. Dini en terpikat sama tetraloginya Twilight. Penggemar berat film-film roman klasik pula. Lengkap.
The result is I want to feel it again. Jatuh cinta yang membuat hati bergetar. Begitu kuat sampai ga merasa takut melangkah. Kaynya halangan apapun bisa diatasi bareng. Menginspirasi jiwa yang menyimpang menjadi lebih bijaksana. Kemampuan bertahan alami ketika menghadapi badai masalah, di waktu yang sama masih dapat mencurahkan kasih sayang dengan senang hati.
Kapan ya makna cinta yang kucetusin itu bisa aq rasain?
Apa hidup itu as simple as they seem? Kay kakak-kakakqu yang nikah tanpa rasa…
Hhhh. It just one in a life time. Should I pass it by just because now is my age to get married?
I want to wait for it. Tapi sampai kapan ya…
Cowok bukannya ga ada. Kebanyakan malah kereject sebelum ke medan perang. Begitu kesortir cuma bertahan itungan jari. Aq susah jatuh hati dan cowok susah membuatku terkesan. Dunno…why I make it complicated…it just happened naturally…
Sebenernya si guy next door impressed me. Pertemuan ma dy emang kay di film-film. Oleh-oleh tengah malem. Obrolan penuh simpati pas bapakku meninggal. Yang paling baru, ketemu accidentally di supermarket setelah lama ga ketemu. Critanya sih simpel. Aq lagi nimbang-nimbang beli Porky karena itu snack favoritnya Raditya Dika en rekomendasinya ENAK GILA. Pas lagi nunduk, tiba-tiba ada cowok ikutan nunduk. Aq noleh, lalu kaget setengah mati. Qta liat-liatan. Oalah. Ternyata dy sengaja ngagetin. Truz qta ngobrol di depan pendingin minuman. Just like that. But blink blink for me.
Bukan karena ada rasa kaynya. Tapi emang kok pertemuan ma dy unik, sering jadi momen yang impresif buatku. Entah de buat dy. I don’t really think about it. Coz yeah, we’re just friend.
Back to topic. Lalu apa ntar aq nikah sama orang yang aq ga jatuh cinta ma dy ya? So sad if it’s happen. However, every girl have their own dream of love story.
Kalo mau nonton film The Notebook, kebanyakan cewek pengen love story kay gitu. Apapun konflik di dalamnya, Noah Calhoun tau gimana memperlakukan cewek. Si cewek beruntung itu Ally Hamilton. Tiap merasakan atau melihat hal yang indah, ia teringat untuk menunjukkannya ke Ally. Kejutan kecil yang kreatif. Kebandelan manis yang out of box. Kelembutan sekaligus perlindungan. Sharing impian dan melibatkan Ally di dalamnya. Menjadikan Ally prioritas dalam hidupnya. Perasaan cinta yang ga mudah berubah sampai sepanjang masa. Ahh…
Film ni dari novelnya Nicholas Spark yang bikin A Walk to Remember. Jadi mikir, kakek Nicholas ini romantis banget ya orangnya. Tau apa yang bikin cewek cuek jadi klepek-klepek.
Oh, Gosh, I’ve got an idea. Maybe I should find another romance writer ya? Yang cowok tentunya. Huehehehe.

